Hamas yakin menang

14/01/2009 10:11

Kota Gaza, Pemimpin Hamas, Ismail Haniya, Senin (12/1) malam waktu setempat meyakini pihaknya semakin dekat dengan kemenangan dalam pertempuran melawan Israel di Jalur Gaza.

Sementara itu Presiden Mahmoud Abbas, Selasa (13/1), menuduh negara Yahudi itu tengah melakukan upaya pemusnahan massal terhadap rakyat Palestina.
Ismail Haniya menyampaikan pidato di televisi beberapa jam setelah Israel mengancam akan menghantam Hamas dengan tangan besi jika serangan roket dari Gaza tidak berhenti. Padahal, serangan Israel ke Gaza ditujukan untuk menghentikan roket-roket tersebut.
“Kami mendekati kemenangan,” kata Haniya dari tempat yang tidak disebutkan. “Saya beritahukan pada Anda bahwa setelah 17 hari perang yang bodoh ini, Gaza tidak terpatahkan dan Gaza tidak akan jatuh.”
Haniya juga mengatakan darah anak-anak yang terbunuh dalam pertikaian itu akan menjadi “kutukan yang terus menghantui” Presiden AS George W Bush. Bush selama ini menuding Hamas sebagai penyebab pertikaian itu. Pada hari Senin, dia mengatakan ingin ada gencatan senjata yang berkelanjutan namun semua tergantung Hamas untuk menghentikan serangan roket ke Israel.
Sulitnya memasuki Kota Gaza diakui komandan militer Israel Letjen Gabi Ashkenazi. Di hadapan parlemen ia mengatakan agresi mereka menghadapi kondisi kompleks di Kota Gaza di mana pasukan Yahudi tak punya banyak pengalaman bertempur di medan tersebut. Para saksi mata mengatakan tank-tank Israel sudah mendekati Kota Gaza, namun sejauh ini belum berani untuk masuk di dalamnya. “Kami mencapai hasil gemilang dalam memukul Hamas dan infrastruktur mereka, namun memang masih ada hal yang harus dikerjakan,” akunya.
Setelah Israel dan Hamas menolak resolusi PBB untuk perdamaian pada pekan lalu, fokus usaha perdamaian adalah pada rencana Mesir yang menghendaki gencatan senjata segera, agar bantuan kemanusiaan bisa masuk Gaza.
Olmert berterima kasih atas usulan Mesir itu tapi tuntutan-tuntutan utama Israel bukan hal yang bisa dinegosiasikan. “Operasi militer akan kami hentikan jika dua syarat yang kami minta sudah dipenuhi yaitu berakhirnya serangan roket dan berhentinya persenjataan untuk Hamas. Jika dua syarat ini dipenuhi, kami akan mengakhiri operasi militer di Gaza,” kata Olmert.
Sementara itu Presiden Palestina Abbas mengatakan Israel bermaksud memusnahkan rakyat Palestina secara keseluruhan.
Sedangkan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon Selasa kemarin menuju Timur Tengah untuk memaksakan dilakukannya gencatan senjata di antara kedua belah pihak. “Kepada kedua belah pihak, saya katakan hentikan sekarang juga,” tandasnya. “Terlalu banyak warga sipil jadi korban. Terlalu banyak, baik warga Israel maupun Palestina, yang setiap hari hidup dalam ketakutan.”
Di Timur Tengah, Ban berencana menggelar pertemuan dengan pejabat senior di Mesir dan Yordania pada Rabu (14/1), kemudian menuju Israel, Tepi Barat, Turki, Lebanon, Suriah dan Kuwait. Dia tidak berencana pergi ke Gaza.
Hingga hari ke-18 agresi Israel, tercatat 940 warga Palestina tewas, 280 di antaranya anak-anak, sementara 4.350 lainnya mengalami luka-luka. Di pihak Israel, 10 tentara dan tiga warga sipil tewas.
Dari medan pertempuran dilaporkan, pasukan Israel dan pejuang Palestina terlibat pertempuran sengit di sekitar Gaza Selasa, dan tank-tank negara Yahudi semakin merangsek ke dalam distrik Kota Gaza, kata para saksi mata.
Sayap bersenjata Hamas, Brigade Ezzedine al-Qassam mengatakan, para pejuang telah menumbangkan dua tank Israel di permukiman Zeitun Kota Gaza dengan granat-granat berpeluncur roket. Tapi hal ini dibantah oleh Israel.
Para pejuang Palestina membalas tank-tank yang merangsek maju tersebut dengan tembakan-tembakan mortir. Hamas mengatakan, sejumlah tentara Zionis tewas dalam pertempuran di Khuzza, namun seorang juru bicara militer Israel mengatakan, tidak ada laporan mengenai tewasnya serdadu Israel.