Per 15 Januari, tarif angkutan juga turun Bensin & solar jadi Rp 4.500

14/01/2009 10:05

Jakarta,  Pemerintah kembali menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai 15 Januari mendatang. Harga premium turun dari Rp 5.000 per liter menjadi Rp 4.500 per liter. Sementara solar turun dari Rp 4.800 menjadi Rp 4.500 per liter.

Penurunan harga BBM juga akan diikuti dengan penurunan tarif angkutan sekitar 10 persen, terutama untuk penentuan tarif yang diputuskan oleh pemerintah pusat dalam hal ini Menteri Perhubungan. Selain itu, penurunan juga akan diberlakukan pada tarif dasar listrik (TDL) untuk industri sebesar rata-rata 8%. Untuk industri tekstil, baja dan kimia turun antara 12-15%.
Pengumuman penurunan harga BBM disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam konferensi pers, di Istana Negara, Jakarta, Senin (12/1). Sementara itu, harga minyak tanah tidak mengalami penurunan, yakni tetap Rp 2.500 per liter.
Pengumuman disampaikan setelah dilakukan rapat sejak pukul 15.00 WIB. Sebelumnya, pemerintah telah menurunkan harga BBM dua kali pada Desember 2008 lalu.
Presiden mengawali pengumuman ini dengan membeberkan tujuh prioritas di bidang ekonomi untuk mengurangi dampak ekonomi global. Presiden selanjutnya menjelaskan tentang kebijakan pemerintah yang tidak mengatur harga sebagaimana dianut oleh ekonomi sosialis ataupun komunis.
“Ada sebagian yang kita regulasi, kita atur. Ada harga barang atau jasa itu dan kita serahkan pada hukum ekonomi, mekanisme pasar yang berlaku yang berlaku di negara lain juga,” urai Presiden. Yang diatur misalnya adalah harga BBM seperti premium, solar dan minyak tanah, juga tarif dasar listrik (TDL), beras dan gabah.
Sementara itu, setelah memutuskan penurunan harga premium dan solar per 15 Januari mendatang, pemerintah akan melakukan monitoring dan mengevaluasi kembali harganya pada 15 Februari 2009.
“Monitoring dan evaluasi akan terus kami lakukan. Patokannya adalah pada 15 Feburari 2009 nanti, dengan tetap melihat APBN secara keseluruhan,” kata Pelaksana Tugas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sri Mulyani seperti dikutip Kompas Cyber Media.
Bersamaan dengan penurunan premium dan solar itu, pemerintah juga menurunkan TDL. Menurut Sri Mulyani, penurunan harga itu diberi istilah diskon untuk pengguna pada tarif puncak dalam kategori industri I3 dengan daya sambung 201 KVA-30 MVA dan industri I4 dengan daya sambung lebih besar dari 30 MVA pada tarif beban puncak dari empat kali harga normal menjadi tiga kali.
Menkeu mengatakan pemberian diskon pengurangan tarif beban puncak itu diharapkan dapat mengurangi beban produksi industri sekitar 8% dan 12%-16% untuk industri padat energi yang beroperasi 24 jam.
Diskon
Sedangkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro menambahkan diskon itu mulai berlaku untuk rekening Januari 2009. Terkait tarif angkutan antarkota antar provinsi (AKAP) yang diputuskan turun sebesar 10%, Sri Mulyani mengatakan mulai diberlakukan Kamis (15/1).
“Untuk penurunan tarif angkutan yang ditetapkan oleh Menhub adalah penurunan tarif AKAP 10% berlaku 15 Januari, sedangkan untuk angkutan antarkota dalam provinsi penurunannya juga 10% akan diputuskan oleh gubernur masing-masing provinsi dan berlaku sesuai situasi dan kondisi masing-masing daerah,” lanjut Sri Mulyani.
Sedangkan untuk kereta api, penurunan tarif sebesar 10% akan dilakukan untuk beberapa rute secara selektif karena tarif beberapa rute lain sesungguhnya masih di bawah biaya produksi. Untuk harga kebutuhan pokok, harga daging sapi juga akan diturunkan sekitar 10% menjadi sekitar Rp 50.000 per kilogram. Harga minyak goreng yang sempat mencapai Rp 10.000/liter juga akan diturunkan menjadi Rp 7.000/liter. Untuk masyarakat ekonomi kelas menengah ke bawah akan ada minyak khusus yang harganya Rp 1.000 di bawah harga umum atau Rp 6.000. Harga susu juga diharapkan bisa turun.
Sementara itu Organda (Organisasi Angkutan Darat) memprediksikan tarif transportasi bisa turun sekitar 5% dengan penurunan harga BBM kali ini. “Saya bisa mengatakan tarif bisa turun 5%,” kata Ketua Umum DPP Organda, UT Murphy Hutagalung.
Terpisah, kalangan DPR tak mempermasalahkan bila kemudian penurunan ini terkesan bermuatan politis. “Katakanlah ada muatan politis, so what kalau begitu? nggak ada salahnya. Apapun motif di balik itu yang penting masyarakat diuntungkan dengan kebijakan ini,” kata Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (FPPP) DPR, Lukman Hakim Syaifudin.

Perkembangan harga BBM

Tanggal Pertamax plus Pertamax Premium M Tanah Solar M Disel M Bakar Keterangan (Rp/liter)

2005
1 Maret 4.200 4.000 2.400 2.200 2.100 2.300 2.300 Harga eceran
4.200 4.000 2.870 2.790 2.700 2.660 2.300 Harga industri
1 Oktober 5.900 5.700 4.500 2.000 4.300 - - Harga Perpres No 55/2005
5.900 5.700 5.160 5.600 5.350 5.130 3.150 Harga jual pasar

2008
24 Mei - - 4.500 2.000 4.300 - - Harga subsidi (Perpres No 55/2005)
- - 6.000 2.500 5.500 - - Harga jual pasar
1 Desember - - 5.500 - - - - Harga jual pasar
15 Desember- - 5.000 - 4.800 - - Harga jual pasar

2009
1 Januari - - 5.000 - - - - Harga jual pasar
15 Januari - - 4.500 - 4.500 - - Harga jual pasar