'The Best of' Suede: Ibadah Sunah untuk Sebuah Reuni

13/04/2011 11:52

Jakarta - "Ya Tuhan, hadirkanlah band kesayanganku di kotaku," begitulah doa seorang fans ketika mendengar kabar band favoritnya reuni.

Tur adalah ibadah wajib, tetapi ada tiga ibadah sunah yang bisa dilakukan band yang sedang melakukan reuni. Ketiga hal ini tidak wajib dilakukan semuanya, cukup pilih satu atau dua saja sudah cukup.

Sunah pertama, merilis album dengan materi baru, yang biasanya gagal secara komersial. Sunah kedua, merilis ulang album-album lama yang telah di re-master dengan imbuhan beberapa lagu previously unreleased, Live atau B-side.

Sunah ketiga (dan biasanya menjadi pilihan termudah) adalah merilis album kumpulan Single, agar para fans dapat ikut bernyanyi bersama selama tur reuni. Sunah ketiga ditambah sedikit dari sunnah kedua menjadi pilihan Suede untuk menandai reuni mereka, yakni merilis album The Best of Suede.

Disc pertama album ini menampilkan single-single Suede sepanjang 11 tahun mereka berkarier, sementara Disc kedua menampilkan beberapa lagu dari tiga album pertama ditambah lagu-lagu B-side yang pernah dirilis melalui album 'Sci-Fi Lulllabies'.

Yang menjadi istimewa dari album ini adalah Brett Anderson (vokalis) dan Bernard Butler (ex-Gitaris) terlibat dalam proses re-mastering. Dalam prosesnya, duet maut ini dibantu oleh Chris Potter, yang sudah sering menangani karya band lainnya, seperti The Verve, Blur dan U2.

Semua lagu handal mereka bisa dibilang lengkap terangkum dalam album ini, mulai dari hit terkenal seperti 'Animal Nitrate', 'Trash', hingga 'Beautiful Ones', hingga lagu yang jarang dikenal oleh orang awam macam 'Pantomime Horse', 'The 2 of Us' atau 'Europe is Our Playground'.

Kembali ke doa di atas yang dituturkan oleh seorang penggemar, doa tersebut terkabul untuk fans Suede di Jakarta, yang bisa menikmati nostalgia bersama lagu-lagu Suede dengan fasih dan lengkap. Sementara untuk kota-kota lain, silakan bernostalgia hanya dengan memutar album ini.

Reno Fauzi, pernah menjadi pelaku di dunia musik sebagai pemain bass dari band The Miskins, serta wartawan musik di sebuah webzine. Walau kini bekerja di bidang farmasi, tak surut passion-nya terhadap musik. Ia bisa dijumpai di konser-konser band internasional yang digelar di Indonesia maupun luar negeri, dan akun Twitter @renofauzi